Cempaka Putih Pengda Kaltim Lantik 202 Pendekar

By Annas 03 Feb 2020, 08:49:25 WIB Olahraga
Cempaka Putih Pengda Kaltim Lantik 202 Pendekar

Keterangan Gambar : Warga Purwa Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Pengda Kalimantan Timur (Foto/Mirah Hayati)


NEWS BONTANG – Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Pengda Kalimantan Timur (Kaltim) melantik 202 “Pendekar” baru. Prosesi pelantikan mereka yang disebut Warga Purwa itu ditandai dengan pemasangan Sabuk Putih Besar (MORI) di Loajanan, Samarinda, Sabtu (25/1) lalu.

Ke-202 “Pendekar” baru itu berasal dari Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kota Bontang.

Sekertaris sekaligus pelatih PSCP Kota Bontang Rudianto mengaku sangat terharu dan bangga melihat murid-murid yang dilatihnya juga berhasil dikukuhkan sebagai Warga.

Baca Lainnya :

"Saya berharap anak murid yang sudah dikukuhkan menjadi warga, betul-betul ke depan bisa menjaga nama baik perguruan, ikut membesarkan perguruan, dan bisa berprestasi baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional," ujarnya.

Lebih lanjut, Rudianto berharap usai dilantik menjadi warga anak didiknya tetap terus berlatih mengembangkan diri, dan terus berjaya terutama di tempat latihan.

Ia pun berpesan untuk tetap menjaga prinsip tata krama dan sopan santun terutama kepada orang yang lebih tua atau senior. 

”Lebih menyayangi adik-adiknya, agar bisa mencontoh apa yang mereka lakukan sehingga akan berdampak positif bagi dirinya mau pun perguruan itu sendiri,” harapnya.

Lebih jauh, Rudianto ingin melihat warganya bisa mengikuti jejak atlit perguruan yang sudah membanggakan perguruan sampai di tingkat Provinsi bahkan Nasional.

"Sudah ada beberapa dari kita yang menjadi atlit ada yg provinsi dan nasional," imbuhnya penuh semangat.

Sebagai informasi, pencak silat merupakan kebudayaan yang tumbuh dan digali oleh nenek moyang Bangsa Indonesia dan diwariskan kepada anak cucu melalui proses panjang secara turun-temurun dan mengandung nilai-nilai budaya, Tradisi atau adat sakral. Dimana pencak silat di dalamnya terkandung unsur olah raga, beladiri dan seni serta tersimpan pula ilmu-ilmu lahir maupun batin.

Konon pada zaman kerajaan tempo dahulu, pencak silat merupakan silat yang ampuh bagi tentara kerajaan untuk membela diri dan mempertahankan kedaulatan kerajaan. Dalam bahasa jawa adapun pencak silat dapat diartikan “
ngepenke kawikcasanaan” (mengutamakan kebijaksanaan) SILAT  “Sinau” (belajar) “Ilmu” “Laku” (kegiatan) “Amanah” “Tuhan” (Allah). (Mira/NB).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment