Dinas PUPRK Bontang Upayakan Penanganan Banjir Rob di SDN 001 Bontang Utara
Pewarta : Risma

By Annas 28 Nov 2020, 10:13:54 WIB PEMKOT
Dinas PUPRK Bontang Upayakan Penanganan Banjir Rob di SDN 001 Bontang Utara

Keterangan Gambar : Kepala Bidang (Kabid) Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Karel (Foto/Risma)


NEWS BONTANG- Banjir rob yang terjadi di beberapa titik di Kelurahan Bontang Kuala beberapa waktu lalu, berdampak pada salah satu sekolah SDN 001 Bontang Utara, Jalan Kapten Pierre Tendean. Kondisi beberapa kelas pun ikut merasakan terendam genangan air.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang, melalui Kepala Bidang (Kabid) Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Karel menuturkan, setelah melakukan peninjauan di lokasi tersebut, Pihaknya masih belum bisa menentukan skala prioritas dalam penyelesaian permasalahan tersebut.

Baca Lainnya :

 

"Ini kan terkait dengan program daerah prioritas yang akan dianggarkan. Kita juga harus akan tetap melihat ketersediaan dari anggarannya. Kalau tidak ada, kita harus melihat program yang dari awal sudah ada, ini kan baru," ujarnya saat ditemui usai melakukan sidak bersama Komisi III DPRD Bontang, Selasa (24/11) pagi.

 

Karel menambahkan, walaupun masih belum bisa untuk dikerjakan, pihaknya akan tetap memasukan ke dalam daftar perencanaan yang selanjutnya akan dianggarkan untuk masuk pada tahapan perencanaan yang lebih dalam.

 

"Namun ini akan tetap masuk dalam daftar rencana. Mungkin secara konsep aja dulu, kalau konsepnya sudah ada dan ada anggarannya kita akan lanjutkan ke perencanaan yang lebih detail," imbuhnya.

 

Lebih jauh dirinya menjelaskan, untuk solusi dalam jangka pendek, baik dari masyarakat sekitar tetap harus memperhatikan kebersihan lingkungan. Terlebih, pihak Pemerintah Kota pun akan mencoba melakukan pembangunan kecil seperti saluran air. Dengan melihat kondisi keuangan yang saat ini.

 

"Prinsipnya dimanapun daerah banjir, memang harus kita pikirkan solusinya. Jangka pendeknya, iya mungkin harus mengatasi masalah pola kebersihan masyarakat sekitar dulu, bisa juga melakukan kerja bakti,"

 

"Kalau dari kegiatan pemerintah sendiri, kembali ke anggarannya, kalau itu dana nya masih minim, pengerjaannya seperti parit-parit tersier ataupun saluran," tuturnya.

 

Menurutnya, untuk melakukan pembangunan yang cukup besar pun harus membutuh kan biaya yang cukup besar. Mengingat, anggaran Pemkot khususnya Dinas PU mengalami penurunan akibat dampak dari wabah Covid-19. 

"Mensiasatinya itu pertama berat dan kedua biayanya sangat tinggi. Misalnya ingin membangun bendungan atau membuat tanggul. Itu sangat membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Namun kami, akan tetap berupaya mencari solusinya," tandasnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment