Indonesia Resmi Resesi, Masalah Terkait Stres Lebih Dulu Naik 64,8 Persen
Redaksi Newsbontang

By Annas 05 Nov 2020, 13:27:17 WIB Kesehatan
Indonesia Resmi Resesi, Masalah Terkait Stres Lebih Dulu Naik 64,8 Persen

Keterangan Gambar : (Foto: iStock)


NEWS BONTANG- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen. Itu berarti, Indonesia resesi.

 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekonomi Indonesia pada kuartal III ini minus 3,49 persen secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama 2019.

Baca Lainnya :

 

"Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

 

Tak sedikit yang mengalami gangguan kesehatan jiwa sejak wabah Corona Indonesia merebak. Apakah resesi juga memicu peningkatan masalah kesehatan jiwa di Indonesia?

 

Menurut psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) orang yang mengalami masalah psikologis di Indonesia diprediksi akan meningkat usai Indonesia resesi.

 

"Kami dari PDSKJI itu sudah membuat suatu survei masalah psikologis secara online dalam 5 sampai 6 bulan pandemi kami mendapatkan ada 64,8 persen masyarakat Indonesia yang sudah mengalami masalah psikologis," sebut dr Lahargo saat dihubungi detikcom Kamis (5/10/2020).

 

"Nah ini belum ada resesi, nah ini setelah ada resesi karena ini menjadi suatu stressor tentunya akan meningkat prediksinya, angka masalah kejiwaannya ini," lanjutnya.

 

Menurutnya, tentu angka ini akan berisiko meningkat usai Indonesia resesi. Sebab, masalah ekonomi, pekerjaan, termasuk resesi masuk dalam psikososial.

 

"Ekonomi pekerjaan resesi itu masuk ke dalam psikososial itu jelas akan meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan kejiwaan," lanjutnya.

Masalah psikologis seperti apa yang berisiko dialami usai Indonesia resesi?

 

Mengacu pada survei terkait masalah psikologis di masa pandemi Corona, dr Lahargo menyebut gangguan kesehatan jiwa yang banyak ditemui di antaranya cemas dan depresi.  

 

Sumber : Detik Health




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment