LSM Tuding 25 Tenaga Medis RS Badak Kantongi SIP Expired

By Annas 22 Feb 2020, 10:22:15 WIB Kesehatan
LSM Tuding 25 Tenaga Medis RS Badak Kantongi SIP Expired

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Foto/Net).


NEWS BONTANG – Lembaga Sawadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bontang menuding salah satu Rumah Sakit (RS) Swasta di Kota Bontang telah mempekerjakan tenaga medis yang Surat Izin Praktek (SIP) nya sudah expired (kadaluwarsa).

Ketua Lira Bontang, Eko Yulianto mengklaim, pihaknya mendapatkan informasi yang cukup mengejutkan sesuai data yang ia tunjukkan per Januari 2020 tercatat 25 tenaga medis RS Badak, masih memegang SIP expired.

"Nah dari 25 itu, 2 diantaranya bahkan sudah expired  dari tahun 2017 dan 1 tahun 2016,” bebernya kepada awak media ini, Kamis (20/2/2020).

Baca Lainnya :

Kata dia, sebab itu pihaknya berharap Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) lebih serius untuk memberikan pengawasan kepada seluruh RS di Kota Bontang sesuai dengan UU Nomor 44 Tahun 2009.


“Masalah SIP ini melanggar UU No 44 pasal 13 ayat 1 yang sanksinya jelas dari mulai teguran secara tertulis mau pun pencabutan izin praktek. Apalagi, RS Badak itu termasuk RS yang bagus administrasinya bisa seperti itu dan tidak menutup kemungkinan RS lainnya juga begitu,” tambah Heru Nata Guna Sekda Lira.

Ia pun meminta petugas medis yang SIP nya sudah expired, untuk tidak melakukan kegiatan atau tindakan medis hingga perpanjangan SIP telah diselesaikan.

Sementara, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lira, Ngabidin Nurcahyo menegaskan secara administrasi SIP sangatlah penting. Sebagai dokter, perawat dan segala macam atau petugas kesehatan tentunya harus punya SIP sebagai pegangan untuk memulai suatu pekerjaan.

"Kalau tidak ada itu artinya pekerjaan itu ilegal, tidak memenuhi dasar hukum namanya akan jadi Malpraktek. Ketika mal praktek itu berjalan maka artinya sudah melanggar hukum. Kalau terjadi korban maka akan bahaya, mungkin ini harus di clear kan oleh pihak Pemerintah," tegasnya.

Ditemui terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang, dr. Suhardi menyatakan, rekomendasi IDI hanya sebatas pengurusan SIP saja. Seandainya dia ada masalah di medisnya maka IDI akan lepas tangan.


"Kita tidak bisa membantu, meskipun kami punya biro hukum juga. Karena persayaratan pertamanya itu SIP. Selama punya SIP masih aman. Disana (Kementerian) juga mintanya 3 bulan sebelum matinya SIP agar diurus STR nya karena prosesnya memakan waktu 3-6 bulan lamanya itupun kalau lulus,” terangnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Yankes dan SDK Dinkes Bontang Hernawati membenarkan jika tenaga medis yang tidak memegang SIP tidak diperkenankan melalukan tindakan sesuai jabatannya. Harus perpanjang STR dulu baru SIP nya. Jika kedua syarat itu sudah terpenuhi, maka baru bisa melakukan tindakan medis.

“Kita bentuk tim untuk membahas itu," ujarnya singkat.

Namun sayangnya, saat awak media ini berupaya menghubungi Direktur RS Badak untuk bertemu demi keberimbangan berita ini, namun ia menyatakan tidak bisa menemui.

"Mohon maaf mbak saya tidak bisa menemui, terkait masalah ini,” jawab dr. Hermansyah singkat. (*/Mira/NB).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment