Makna Azza wa Jalla

By Annas 15 Jan 2020, 10:13:06 WIB Gaya Hidup
Makna Azza wa Jalla

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Foto/net).


NEWS BONTANG – AZZA wa Jalla dan Jalla Jalaluhu adalah dua ungkapan yang disematkan pada  lafaz Allah selain Ta`ala. Lafaz `Azza maknanya adalah yang Maha Aziz atau Perkasa. Sedangkan lafaz Jalla maknanya adalah Agung.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala" ... Maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

(QS. Al-Baqarah : 209)" Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran / keagungan dan kemuliaan." (QS. Ar-Rahman : 27)

Baca Lainnya :

Arti dari kalimat “Allah Azza Wa Jalla” adalah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung. Kata-kata “azza” adalah bentuk kata kerja intransitif, kata sifatnya adalah “Aziz” yang artinya Perkasa. Sedangkan kata-kata “jalla” ia juga merupakan kata kerja intransitif yang kata sifatnya adalah “jalil” yang artinya agung. Sehingga jika digabungkan kata-kata ” Azza Wa Jalla” berarti Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.

Pentingnya memahami bagian dari tauhid asma` wa shifat ini yaitu bahwa ilmu tentang Allah ‘Azza wa Jalla, nama, sifat dan perbuatan-Nya adalah ilmu yang paling paling utama.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa (lalai) kepada Allah, maka Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr:19).

Barang siapa yang lupa kepada Allah ‘Azza wa Jalla maka Allah akan menjadikannya lupa kepada dirinya sendiri, sehingga dia tidak mengetahui hakikat dan kebaikan-kebaikan untuk dirinya sendiri. Bahkan dia melupakan jalan untuk kebaikan dan keberuntungan bagi dirinya di dunia dan akhira karena dia telah berpaling dari fitrah yang Allah jadikan bagi dirinya, lalu dia lupa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Akhirnya Allah menjadikannya lupa kepada diri dan perilakunya sendiri.

“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang telah kami lalaikan hatinya dari mengingat Kami, serta menuruti hawa (nafsu)-nya, dan keadaannya itu melampaui batas.” (QS. Al-Kahfi:28)

Bila lalai mengingat Allah ‘Azza wa Jalla maka keadaan dan hatinya pun melampaui batas (menjadi rusak), sehingga tidak memperhatikan sedikit pun akan kebaikan, kesempurnaan ibadah sebagai bukti ketaatan.

Dengan demikian, ilmu tentang Allah ‘Azza wa Jalla adalah landasan semua ilmu, sekaligus landasan pemahaman seorang hamba terhadap kebahagiaan, dan kebaikan (dirinya) melalui amal shalehnya untuk meraih ridha Allah di dunia dan akhirat kelak.

Salah satu landasan utama ibadah adalah mahabbah (kecintaan) kepada Allah ‘Azza wa Jalla; hal itu tidak mungkin dicapai kecuali dengan mengenal Allah ‘Azza wa Jalla dengan jalan pengenalan yang benar melalui pemahaman terhadap tauhid nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

Oleh karena itulah, Allah ‘Azza wa Jalla menjelaskan keterkaitan antara ibadah kepada-Nya dan pemahaman terhadap nama-nama dan sifat-sifat-Nya dalam dua ayat Al-Qur’an:

 “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat:56)

 “Allah-lah yang menciptakan lapis tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui (memahami) bahwasannya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq:12)

Kedua ayat ini menunjukkan bahwa ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla tidak akan mungkin dapat diwujudkan oleh seorang hamba dengan benar, kecuali setelah dia mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah Azza wa Jalla dengan pemahaman yang benar (memurnikan tauhid).

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu (QS. Fathir:28). (termasuk tauhidullah).”

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan paling mengenal-Nya di antara kamu sekalian.” (HR. Al-Bukhari, dari Aisyah). (*)

Artikel di atas sebelumnya telah terbit di Kalteng Post dengan alamat https://kalteng.prokal.co/read/news/24422-makna-azza-wajalla pada jumat (30/10/2015).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment