Menjuarai Predikat 3 Guru Berprestasi, Inilah Sosok Santi Guru SD 008 Bontang
Pewarta : Risma

By Annas 02 Nov 2020, 14:58:27 WIB PEMKOT
Menjuarai Predikat 3 Guru Berprestasi, Inilah Sosok Santi Guru SD 008 Bontang

Keterangan Gambar : Guru SDN 008 Bontang Utara, Santi (Foto : Risma)


NEWS BONTANG- Salah satu Guru kelas 4 yang mengajar di SDN 008 Bontang Utara ini, sempat menyabet predikat juara 3 sebagai guru prestasi Kota Bontang pada tahun 2013 lalu.

 

Dirinya juga merupakan salah satu guru yang di percaya oleh Disdikbud Kota Bontang sebagai salah satu tim penyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) pada semester I tahun 2020. Atas karyanya tersebut, Disdikbud Kota Bontang memberikan penghargaan berupa piagam dan SK tim Penyusun LKS untuk SD di Kota Bontang

Baca Lainnya :

 

Ya, ini lah Noorsanti atau lebih sering diakrab dengan Santi. Lahir di Kota Balikpapan tepatnya tanggal 04 Februari 1971.

 

Wanita 49 Tahun ini mengawali pendidikannya  di SDN 021 Balikpapan Utara, yang kembali melanjutkan ke jenjang sekolah menengah di SMP PGRI 6 Balikpapan, dengan menamatkan sekolah atasnya di SMAN 2 Balikpapan.

 

Tak berhenti disitu, Santi kembali menimba ilmu di Universitas Mulawarman jurusan S1 PGSD, dan dinyatakan lulus pada tahun 2010. Guru yang di kenal sebagai penyabar ini, telah dikarunia dua putri, yakni Hanifa Vidya Rizanti dan Syeifiera Salsabila, serta satu putra Muhammad Nadhil Mawarid.

 

Selain mengajar, Istri dari Syaiful Rijal ini juga membantu dan mengelola amal usaha bidang pendidikan di Organisasi wanita Aisyiyah ada sekitar 8 sekolah TK aisyiyah Bustanul Athfal  (ABA) dan satu SD di Bontang.

 

Meski kegiatan belajar dan mengajar ditiadakan untuk sementara waktu karna adanya pandemi, dia tak lupa, terus mengingatkan kepada semua pelajar untuk selalu mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini.

 

"Mematuhi aturan protokol kesehatan dan selalu bersemangat dalam dalam belajar selama covid-19 ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10).

 

Santi pun menceritakan, selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) ia merasakan banyaknya kendala. Seperti adanya, beberapa siswa harus membantu pekerjaan orang tuanya dan ada yang tidak memiliki Handphone.

 

"Siswa kami ada yang tidak memiliki HP sehingga harus pinjam ke saudara atau tetangga. Ada juga keluarga yang memiliki anak lebih dari dua dan hanya memiliki satu Hp untuk digunakan bergantian," imbuhnya.

 

Selama penyusunan LKS, Ia mengalami berbagai kendala seperti waktu yang terlalu mepet dan harus mendampingi anak didiknya dalam Pembelajaran Jarak jauh (PJJ). 

"Bertepatan dengan kegiatan PJJ, dan kegiatan yang lain. Serta waktu yang cukup singkat dan harus bisa menyempatkan waktu untuk menyusun LKS," Tambahnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment