Program Penuntasan Banjir, Komisi III DPRD Bontang Sisir 5 Titik Rawan Banjir di Kelurahan Loktuan
Pewarta : Devi

By Annas 20 Okt 2020, 07:58:38 WIB DPRD
Program Penuntasan Banjir, Komisi III DPRD Bontang Sisir 5 Titik Rawan Banjir di Kelurahan Loktuan

Keterangan Gambar : Komisi III DPRD Bontang Saat Kunjungan Kerja Ke 5 Titik Genangan Banjir di Loktuan


NEWS BONTANG- Gelar kunjungan lapangan terkait genangan banjir akibat tersumbatnya aliran parit di sejumlah RT di kelurahan loktuan, Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina memaparkan, mayoritas penyebab banjir yang terlihat dilapangan karena sedimentasi pasir yang mengeras di dasar parit membuat drainase tidak berfungsi maksimal dan menyebabkan banjir di RT 22, 26, 28, 40, dan 42.

 

Khusus di wilayah RT. 28, Amir Tosina berkomitmen akan menghadirkan pihak PT. Pupuk Kaltim guna membahas lahan timbunan yang juga dianggap memicu timbulnya banjir. Pasalnaya, lahan yang ditimbunan di salah satu titik di RT. 28 ini tidak memiliki kanal untuk menyerap air hujan sehingga pasir timbunan ikut larut saat hujan turun yang mengakibatkan pasir mengendap dan mengeras.

Baca Lainnya :

 

“Kita lihat tadi, pasir dan sampah banyak di situ, di tambah lagi bangunan parit yang sudah tua membuat aliran air tidak maksimal, jadilah banjir” ungkapnya.

 

Masalah banjir ini dikeluhkan warga sejak lama, bahkan pernah disampakan dalam musrenbang beberapa waktu lalu. Namun Amir menjelaskan, tidak terakomodirnya keluhan tersebut kemungkinan besar disebabkan karena masalah refokusing anggaran oleh pemerintah yang mengurangi pembangunan fisik yang sifatnya tidak mendesak.

 

Selain Amir, anggota Komisi III yang turut hadir dalam sidak yakni Abdul Malik, Abdul Samad, Faisal dan Astuti. Sejumlah pejabat dari instansi terkait tampak mendampingi Komisi III dalam sidak pagi tadi, Senin 19/10/2020

 

Komisi III mewacanakan dalam waktu dekat akan memanggil pihak PKT untuk berkoordinasi bagaimana solusinya untuk mengurangi banjir di RT. 28.

 

Selain perusahaan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga akan dihadirkan dalam pertemuan mendatang.

 

Komisi III melalui Amir menyampaikan, masalah penuntasan banjir ini akan mulai direalisasi pada 2021.

 

“jika tidak terealisasi dalam waktu dekat, teman-teman kami dari dapil Bontang Utara akan memberikan pokir kepada warga untuk dapat ditindak lanjuti pengerjaannya.” Tutupnya. #ADV




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment