Proyeksi Limbah Air Bersih, Dinas PUPRK Miliki 5 Ipal Tersebar di Wilayah Bontang
Pewarta : Risma

By Annas 20 Nov 2020, 09:38:05 WIB PEMKOT
Proyeksi Limbah Air Bersih, Dinas PUPRK Miliki 5 Ipal Tersebar di Wilayah Bontang

Keterangan Gambar : Kepala Bidang (Kabid) Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Karel (Foto/Risma)


NEWS BONTANG- Pemerintah Kota Bontang terus berupaya melengkapi ketersediaan infrastruktur melalui program pembangunan untuk mengimbangi perkembangan jumlah penduduk, sehingga perekonomian daerah tetap tumbuh.

Mengantisipasi perkembangan penduduk yang sangat signifikan tersebut, Pemerintah Kota Bontang tentu tidak akan tinggal diam dan terus menyediakan infrastruktur yang memadai, khususnya kebutuhan air bersih untuk masyarakat Bontang. 

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Karel menyebut, pihak nya memiliki 5 tempat Instalasi pengolahan air limbah (Ipal) yang tersebar di beberapa wilayah Kota Bontang

Baca Lainnya :

"Kami punya ipal itu ada 5, ada di Guntung, Loktuan, Berbas Pantai, Bontang Kuala dan Api-Api," jelasnya saat ditemui (19/11).

Karel pun membeberkan, metode yang digunakan dalam ipal yang berhasil dilakukan ialah sistem RBC (Rotating Biological Contactor) atau dengan cara bentuk kincir yang berputar. Sehingga, limbah air yang dihasilkan dari WC atau kamar mandi diputar dan dialirkan ke dalam kincir tersebut.

"Sistem ipalnya itu adalah sistem RBC , atau dengan cara dalam bentuk kincir yang berputar. Jadi air limbah yang ditangkap dari kamar mandi, akan dialirkan dan dikumpulkan dan diputar dari kincir itu," terangnya.

Terlebih, Ia menuturkan, di dalam ipal yang berbentuk kincir tersebut pun memiliki bakteri yang menguntungkan yang bisa menguraikan kotoran di dalamnya, sehingga limbah yang dihasilkan pun tidak berbau.

"Didalam kincir tersebut pun juga terdapat bakteri menguntungkan yang bisa menguraikan kotoran itu, sehingga menghasilkan aroma yang tidak bau. Kemudian, diolah kembali beberapa kali, sebelum dibuang pun di teteskan lagi dengan klorin atau kaporit," imbuhnya.

Dengan begitu, hasil limbah yang telah diolah tersebut, akan menghasilkan air yang bersih dan bening. Sehingga masyarakat Bontang pun bisa memakai hasil air olahan untuk melakukan penyiraman tanaman dan lain sebagainya.

"Kemudian setelah bersih dan kuman sudah tidak ada, air nya pun sudah bening, langsung dialirkan kembali ke sungai. Sudah aman, jadi masyarakat sekitar bisa memakainya untuk siram tanaman dan lain lain,"

"Di program 2020, kebetulan sekarang sudah masuk di UPTR Limbah, dan udah dikelola oleh UPT, kemarin masuk di bidang kami, tapi sekarang sudah strukturnya sudah masuk langsung dibawah kepala dinas, karena sudah menjadi unit pengelola teknis (UPT)," tandasnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment