Rapat Koordinasi Forkopimda Gubernur Kaltim : Larang Warga ke Luar Daerah tanpa Uji Swab
Pewarta : Devi

By Annas 25 Sep 2020, 12:52:12 WIB Kesehatan
Rapat Koordinasi Forkopimda Gubernur Kaltim : Larang Warga ke Luar Daerah tanpa Uji  Swab

Keterangan Gambar : Forum Koordinasi pemimpin daerah (forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur dipimpin oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor, menggelar Rapat se- Provinsi Kal-Tim. Terkait penyebaran Covid-19 yang semakin massif di Kaltim


Rapat Koordinasi Forkopimda Gubernur Kaltim : Larang Warga ke Luar Daerah tanpa Swab  

NEWS BONTANG,Forum Koordinasi Pemimpin Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur dipimpin oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor,  menggelar Rapat se- Provinsi Kal-Tim, Terkait penyebaran Covid-19 yang semakin massif. Dalam rakor tersebut juga ditekankan agar warga tak keluar daerah sebelum dilakukan uji Swab. Berlangsung di Pendopo Rujab via daring, Jumat (25/9) pagi.

“Saat penyebaran COVID-19 mulai marak, kami (Gubernur Kaltim) melarang (masyarakat) keluar masuk Kaltim tanpa swab, tidak hanya dengan rapid test. Kita berusaha memutus penyebaran dari luar Kalimantan Timur.” Ujar Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Baca Lainnya :

Mantan Bupati Kutim ini mengupayakan agar Indonesia untuk memutus penyebaran Covid-19 secara cepat dan tepat.

“Indonesia ini paling mudah memutus penyebaran Covid-19  karena Negara Indonesai terdiri dari gugusan pulau. Hanya tinggal setiap pulau lock saja.” Ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Seusai menghadiri rakor itu,  mengimbau seluruh masyarakat Bontang agar sadar 3 M dan menerapkannya secara benar sesuai anjuran Menkes RI.

Hasil rakor tersebut  ditarik kesimpulan  di antaranya :

1.Agar Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP, Aparat Desa secara terus menerus melaksanakan operasi pendisiplinan protokol kesehatan.

2. Mengawasi karantina pasien OTG

3. Membatasi komorbid (penyekit penyerta) dan usia diatas 55 tahun

4. Meningkatkan sinergitas antar instansi

5. Optimalkan semua peran komponen masyarakat dalam pelaksanaan penanganan

6.Kesehatan masing-masing Kodam dan Polda membantu monitoring implementasi protokol terapi penanganan pasien COVID-19

7. Persingkat jalur birokrasi demi kecepatan penanganan terutama penanganan pasien COVID-19

8. Laksanakan tracking dan tracing guna menghindari keterlambatan penanganan

9.  Pererat komunikasi dan koordinasi intens antara satgas daerah degan unsur yang ada

10. Perlu evaluasi secara berkala setiap minggu

11.  Saling meng-update data demi kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan pimpinan.

Dalam Rakor  COVID-19 dan pendisiplinan protokol kesehatan di wilayah Kalimantan Timur dihadiri oleh Wali Kota Neni Moerniaeni dan wakil Basri Rase serta Kajari, Kapolres, Dandim, Kepala SatPol PP Bontang, Kemenag, ketua KPU, dan Ketua Bawaslu. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment