Soal Imbauan Restrukturisasi Kredit, Wali Kota Neni Ingatkan Debitur Jangan Aji Mumpung

By Annas 30 Mar 2020, 09:16:12 WIB PEMKOT
Soal Imbauan Restrukturisasi Kredit, Wali Kota Neni Ingatkan Debitur Jangan Aji Mumpung

Keterangan Gambar : Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni (Foto/Dokumentasi.NB)


NEWS BONTANG – Menindak lanjuti pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan relaksasi kredit berupa penangguhan cicilan dan bunga hingga setahun ke depan bagi sejumlah sektor usaha dan masyarakat, pada 23 Maret lalu.

Wali Kota Bontang Neni Moerni resmi mengeluarkan surat imbauan nomor 581/521/DKUMKP tertanggal 27 Maret 2020 yang ditujukan kepada pimpinan Perbankan, Pimpinan Leasing dan Pimpinan Kreditur Non Perbankan se-Kota Bontang  perihal permohonan restrukturisasi kredit bagi debitur UMKM.

“Hal ini bersifat imbauan dikarenakan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah tidak dapat berjualan lagi. Pun hal yang sama dirasakan pelaku usaha di bidang jasa transportasi seperti travel dan ojek online,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (28/3).

Baca Lainnya :

Meski begitu Neni menegaskan, restrukturisasi kredit ini tidak berlaku bagi mobil atau motor yang digunakan sebagai kendaraan pribadi.

“Misalkan ada pegawai gajinya tetap kemudian dia sedang mengangsur kredit mobil atau motor, minta direstrukturisasi ya tidak bisa seperti itu. Jangan aji mumpung,” tegasnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di kota Taman itu menambahkan imbauannya perihal permohonan restrukturisasi kredit bagi debitur UMKM tergantung kebijakan dari masing-masing pimpinan Perbankan, non Perbankan maupun Leasing.

“Imbauan ini pelaksanaannya tergantung dari kebijakan masing-masing pimpinan Bank atau Leasing. Karena tidak semua memiliki kemampuan yang sama. Ada beberapa BPR yang tidak mampu, tidak sehat ya tergantung nanti bagaimana mereka menerjemahkannya,” terangnya.

Kata dia, untuk teknis pelaksanaanya diserahkan kepada masing-masing lembaga keuangan. Prinsipnya imbauan tersebut hanya memohon lembaga keuangan menerapkan sesuai arahan bapak Presiden.

“Intinya permohonan ini hanya berlaku bagi pelaku usaha mikro,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, badai pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang menerjang dunia membuat seisi dunia resah dan kelabakan. Efek domino dari COVID-19 ini tidak hanya membuat kewalahan paramedis  namun juga berimbas di sisi lainnya yang tidak bersinggungan langsung dengan virus ini yaitu sisi ekonomi terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. (*/Rere/NB).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.