Tegas, dr Bahaudin Nyatakan RSUD Taman Husada Bontang Bukan Ladang Bisnis

By Annas 04 Mei 2021, 14:53:54 WIB PEMKOT
Tegas, dr Bahaudin Nyatakan RSUD Taman Husada Bontang Bukan Ladang Bisnis

Keterangan Gambar : Plt Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Bahauddin MM saat ditemui ruang kerja, Gedung RSUD Taman Husada Bontang, Jl Letjen S. Parman, Belimbing, Bontang Barat, Selasa (4/5/2021). (Doc. Ryn/NB)


NEWSBONTANG.COM - Plt Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Bahauddin menampik tudingan rumah sakit menjadi ladang bisnis, dalam pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan biaya rapid test antigen bagi penjaga pasien.

BLUD adalah untuk peningkatan pelayanan dan efisiensi anggaran sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

Ia mengatakan penggunaan istilah bisnis dalam pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), itu bukan dalam artian mencari keuntungan atau profit oriented dari kebijakan tersebut.

Baca Lainnya :

Tetapi istilah bisnis yang dimaksudkan adalah proses penyelenggaraan fungsi organisasi berdasarkan kaidah-kaidah manajemen yang baik dalam rangka pemberian layanan yang bermutu dan berkesinambungan.

Namun, konotasi penggunaan istilah bisnis disalahartikan oleh sejumlah pihak.

"Istilah bisnis dalam BLUD bukan semata mata mencari keuntungan, jangan sampai salah arti menjadi hal negatif. Rumah sakit bukan ladang bisnis" kata dr Bahauddin, saat ditemui di ruang kerjanya, di Gedung RSUD Taman Husada Bontang, Jl Letjen S. Parman, Belimbing, Bontang Barat, Selasa (4/5/2021).

Lanjut, dr Baha sapaannya, menyampaikan pihaknya tetap melaksankan rapid test antigen bagi penjaga pasien, untuk memutus mata rantai virus Covid-19 di RSUD Taman Husada Bontang.

Namun, biaya rapid test antigen akan dirundingkan kembali bersama tim badan anggaran, karena harga senilai Rp 100 ribu masih dirasa berat oleh masyarakat bontang.

Sehingga, dalam rapat akan membahas untuk biaya tersebut agar dibebankan kepada pemerintah daerah agar masyarakat tidak merasa terbebani atas kebijakan tersebut.

"Kami sedang koordinasi dan kalkulasi tentang biaya rapid test antigen bagi penjaga pasien, kemungkinan biaya akan dibebankan ke pemerintah daerah," tutupnya. (Ryn/NB/Adv)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.