Tiga Pebalap Naik Podium Sekaligus, Jarvis Yakini MotoGP 2020 Bakal Jadi Milik Yamaha
Redaksi Newsbontang

By Annas 01 Agu 2020, 11:17:52 WIB Olahraga
Tiga Pebalap Naik Podium Sekaligus, Jarvis Yakini MotoGP 2020 Bakal Jadi  Milik Yamaha

Keterangan Gambar : Podium GP Andalusia (Foto/Twitter MotoGP)


NEWS BONTANG.COM  Bos Yamaha, Lin Jarvis, percaya diri dengan komposisi pebalap yang dia miliki. Keberadaan Valentino Rossi dan Maverick Vinales di Monster Energy Yamaha, kemudian ditambah Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli di Petronas Yamaha SRT cukup menggebrak.

Dari dua seri awal MotoGP 2020, podium utama selalu ditempati oleh Fabio Quartararo. Begitu juga Maverick Vinales yang selalu finis di posisi kedua. Bahkan, pada MotoGP Andalusia, podium ditempati pebalap Yamaha semua. Satu lainnya yakni Valentino Rossi.

Melihat potensi tersebut, Lin Jarvis mulai berani menggertak MotoGP 2020 adalah milik Yamaha.

Baca Lainnya :

Selain itu, dia juga menyebut masa kejayaan Marc Marquez sebagai juara bertahan dan timnya, Honda, berakhir sudah. Sebab, Marc Marquez maupun pebalap Honda lainnya tak begitu terlihat dalam dua seri awal.

Paling banter ada pebalap asal Jepang, Takaaki Nakagami, yang bergabung di tim LCR Honda. Sementara tandem sekaligus adik Marc Marquez, Alex Marquez, masih bontot.

"Marquez adalah satu-satunya yang bisa menangani Honda dan mendapatkan yang terbaik dari itu," kata Lin Jarvis dikutip Marca.

"Dia memiliki banyak bakat, sangat bugar dan termotivasi, Marc Marquez memiliki segalanya dan pantas dengan sebutan bintang, dia berada di zona manis itu."lanjutnya.

"Tetapi semua telah berakhir dan misi kami adalah mengambil alihnya," ujarnya penuh keyakinan.

Lin Jarvis juga percaya diri dengan perubahan 'sedikit' di Yamaha. Tepatnya, menduetkan Fabio Quartararo dan Maverick Vinales di Monster Energy Yamaha.

"Kami memiliki kesamaan filosofi yang ditekankan kepada dua pebalap (Vinales dan Quartararo)," ungkap dia.

Kata dia, agar tak menimbulkan perpecahan, maka harus mencari formula yang tepat dalam mengelola keinginan antara pebalap satu dengan yang lain.

 "Tetapi jika yang (pebalap) satu ini menginginkan satu hal dan satunya menginginkan hal lain, maka Anda tahu Anda memecah belah."

"Ada saatnya ego besar pebalap muncul dalam olahraga ini.  Anda harus mengelola rider, egonya, lingkungannya, harapannya, permintaannya yang kadang-kadang dapat dipenuhi atau tidak," kata Jarvis. (Sumber: Kompas.com)







Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment