Turap Sungai Ambruk Jadi Ancaman Keselamatan Warga

By Annas 18 Agu 2021, 16:24:44 WIB Daerah
Turap Sungai Ambruk Jadi Ancaman Keselamatan Warga

Keterangan Gambar : Kondisi terkini turap sungai yang ambruk sampai menutupi aliran sungai di jalan Tomat 2, RT 13, Gunung Elai, Bontang Utara, Rabu (18/8/2021). (Doc. Ryn/NB)


NEWSBONTANG.COM - Warga khawatir akan tanah longsor dan kehadiran buaya yang sering berjemur, lantaran turap sungai telah ambruk sepanjang 50 meter di jalan Tomat 2, RT 13, Gunung Elai, Bontang Utara.

Dari pantauan media ini, potensi tanah longsor itu mulai terlihat, karena semakin terkikisnya tanah. Alhasil menyebabkan pondasi dapur salah satu warga, kini menjadi miring dan lantainya pun mengalami keretakan.

Ketua RT 13, Agung Harianto, menuturkan, kejadian ambruknya turap ini sudah terjadi pada (8/7/2021) lalu akibat hujan deras.

Baca Lainnya :

Kejadian ini sudah diberitahukan kepada pihak Kelurahan Gunung Elai. Namun, sampai saat ini belum juga ada tindakan perbaikan.

Jika tidak ada perbaikan dari pihak pemerintah, potensi tanah longsor pun akan terjadi pada tiga rumah warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai.

"Sempat beberapa kali pihak Kelurahan datang tinjau lokasi, tapi belum ada tindakan sampai sekarang ini. Kalau dibiarkan akan terkikis terus tanah yang ada di bawah pondasi rumah warga, jangan sampai nunggu rumah ambruk baru ada tindakan," kata Agung saat ditemui di tempat ambruknya turap sungai, Rabu (18/8/2021). 

Tak hanya tanah longsor, ancaman buaya yang sering melintas dan berjemur pagi hari di sekitar sungai juga dikeluhkan warga.

"Biasanya muncul itu buaya, tapi hanya berjemur di belakang rumah warga, karena turap sudah roboh. Kalau sore berjemur di dekat sekolah Bethlehem Bontang," terangnya

Salah satu warga RT 13, Liman (49) mengatakan, jika industri tahu tempe di rumahnya sudah terdampak, seperti tanah tempat berdirinya pondasi bangunan sudah mulai terkikis.

Sehingga, membuat bangunan dapurnya menjadi miring dan mengalami keretakan pada ujung lantai.

"Ini mas, lihat saja itu pondasi di ujung sudah patah bahkan tanahnya pun mulai terkikis," katanya.

Tidak hanya itu, salah satu karyawan Liman pun merasa takut saat melakukan aktivitas pekerjaanya.

"Itu lihat saja karyawan saya selalu ketakutan dan wajahnya pucat kalau lagi goreng tahu, kalau ambruk kan pastinya bisa menelan korban jiwa. Apalagi, kehadiran buaya yang sedang berjemur di belakang rumah," pungkas Liman.

Usulan PUPRK Bontang Perbaiki Turap Sungai 

Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas PUPR, Karel menuturkan, tahun ini Bontang mendapat suntikan anggaran dari Provinsi Kaltim senilai Rp 22,9 miliar. 

Dana itu diperuntukkan pengerjaan turap di Jalan Brokoli, Kelurahan Gunung Elai. 

Karel berencana sebagian anggaran dari proyek itu dialihkan untuk rehab turap yang ambruk di jalan Tomat 2, RT 13, Gunung Elai, Bontang Utara. Kebetulan lokasi keduanya berdekatan. 

Menurut penaksiran Karel, biaya pembangunan kembali dinding beton itu menelan biaya sekitar Rp 2 miliar. 

"Nanti kita buatkan di kontraknya, yah bisa saja dialihkan Rp 2-3 miliar ke sana (turap ambruk)," beber Karel.

Namun, ia mengatakan, belum menggaransi usulan itu bisa terealisasi. 

Lebih lanjut, proyek perbaikan turap ambruk juga diusulkan dalam Rencana Kerja (Renja) di APBD Bontang tahun depan. 

"Kalau gagal yah kita usulkan ke Provinsi (Bankeu) tahun depan," katanya. 

Dia menambahkan, penyebab turap ambruk murni karena faktor alam. Dinding beton yang dikerjakan sejak 2012 itu mengalami kerusakan pondasi. 

Penopang utama beton vertikal ini goyah akibat gerusan air terus menerus. 

"Air mengikis pondasi turap/poer plat secara terus menerus, sehingga mengakibatkan pondasi turap menggantung," tandasnya. (Ryn/NB)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.