3000 Warga Sidrap Berharap Masuk Wilayah Administrasi Bontang

By Annas 12 Jun 2021, 13:47:39 WIB Daerah
3000 Warga Sidrap Berharap Masuk Wilayah Administrasi Bontang

Keterangan Gambar : Suasana Kampung Sidrap, Desa Martadinata, Teluk Pandan yang stastus administrasi wilayahnya masih belum jelas. (Doc. Ist)


NEWSBONTANG.COM - Masyarakat Kampung Sidrap, Desa Martadinata, Teluk Pandan berharap kepada pemerintah agar segera menentukan nasib wilayah mereka untuk masuk ke wilayah administrasi Kota Bontang.

Data menyebutkan, total penduduk yang bermukim di Kampung Sidrap sekitar 3000 jiwa, yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) domisili Bontang.

Yang terbagi atas 7 RT, Diantaranya RT 19, 20, 21, 22, 23, 24 dan 25. Bahkan, Wilayah RT 21, mendapat penambahan penduduk tahun 2021, sebanyak 200 Kartu Keluarga (KK).

Baca Lainnya :

Ketua RT 21, Kampung Sidrap, Ahmad Husein, menuturkan hidup di wilayah sengketa sangat menyulitkan hidup warga Sidrap.

Sudah 10 tahun berlalu, dalam janji politiknya, pemerintah akan menyelesaikan sengkarut tapal batas tersebut.

Namun, hasil yang diterima warga, masih tidak ada kejelasan. Sehingga hak sebagai warga negara diabaikan, seperti menikmati layanan air bersih.

"Selama ini mendapat bantuan air bersih dari PKT, tersedia beberapa tandon dipinggir jalan wilayah Sidrap, depan RS PKT. Untuk mendapatkannya kami gunakan jerigen," Kata Ahmad saat ditemui di kediamannya, Kampung Sidrap, Desa Martadinata, Teluk Pandan, Kutai Timur, Jumat (11/6/2021) lalu.

Bahkan, bantuan beras miskin tak pernah lagi dinikmati, terakhir 2013 lalu dari Pemkot Bontang. Setelah itu, tak ada lagi beras yang disalurkan, baik dari Kutim maupun Bontang. 

"Tidak ada dapat apa-apa kalau dari Kutim, wilayahnya aja ini diakui," ungkapnya.

Saat ditanya, mengenai layanan kesehatan yang diterima warga. Ia mengatakan untuk layanan kesehatan lebih baik. Pasalnya, sebanyak 99,7 persen  warga Kampung Sidrap memiliki BPJS Kesehatan.

"Kami mendapat layanan BPJS Kesehatan, yang preminya ditanggung daerah, karena mengantongi KTP Bontang," pungkasnya.

Senada dengan itu, salah satu warga Sidrap, Kurnia, mengatakan bantuan program kesejahteraan yang dijanjikan pemerintah saat kampanye beberapa waktu lalu tidak ada realisasinya.

Seperti, bantuan beras Raskin, Bantuan uang tunai, Program Keluarga Harapan (PKH) bagi ibu hamil, anak sekolah dan kaum disabilitas, serta bantuan air yang tak pernah ada

"Bantuan program kesejahteraan dari pemerintah nihil. Adapun bantuan yang kami terima dari perusahaan, rutin membagikan paket sembako jelang hari raya," tutupnya.

Baca Juga : Isran Noor Pastikan Sidrap Masuk Wilayah Administrasi Bontang

Diketahui sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor telah memastikan Sidrap akan masuk dalam wilayah administrasi Bontang. Atas pertimbangan mempermudah masyarakat Sidrap dalam mengurusi kebutuhan administrasi kependudukan. (Ryn/NB)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.