Astuti Minta PUPRK Susun Teknis Pengerjaan IPAL Selambai

By Annas 05 Feb 2020, 14:50:41 WIB DPRD
Astuti Minta PUPRK Susun Teknis Pengerjaan IPAL Selambai

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Bontang Astuti (Foto/Aji Sapta Dian Abdi)


NEWS BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang Astuti meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang untuk mimikirkan teknis pengerjaan  instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Kampung Selambai Loktuan agar tidak berbau.

Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan pengerjaan IPAL proyek program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) tersebut. Sebab induk IPAL belum dibuat, namun pemasangan sambungan pipa justru lebih dulu dipasang ke rumah warga, sehingga menimbulkan bau.

"Untuk dinas PUPRK agar menganggarkan kembali pembangunan IPAL di sana. Secara tekhnisnya kenapa bisa mandek karena pasang surutnya air," ujar Astuti kepada reporter newsbontang, Selasa (4/2) Siang.

Baca Lainnya :

Menurut politisi PKB itu, persoalan ini harus disikapi dengan serius. Terlebih indikator penilaian kebersihannya atau kumuh dari pesisir pantai adalah pembuangan tinja.

“Jadi, PUPRK harus memikirkan formulasi seperti apa agar penyaluran pembuangan tinja ke bak kontrol langsung dan tidak berbau,” tegasnya.

"Kemarin memang di perencanaan anggaran APBN ada bantuan IPAL, ternyata setelah dihitung-hitung kembali pembangunan pancang, pondasinya tidak sesuai dengan pembangunan awal," jelasnya. 

Sebelumnya pengerjaan IPAL termasuk dalam pengerjaan KOTAKU, namun belakangan ada perubahan struktur sehingga pengadaan IPAL dalam proyek nasional tersebut manjadi dihilangkan.

Lebih jauh, Astuti berharap Pemerintah Kota melalui Dinas PUPRK dapat bergerak cepat untuk mengusulkan kembali bantuan APBN atau anggaran lain. Agar pembangunannya dapat jalan sesuai dengan estimasi sebelumnya. (*/Mira/NB).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.