Bapenda Bontang Dukung Rencana Revisi Perda Larangan Iklan Rokok

By Annas 27 Mei 2021, 21:43:24 WIB Daerah
Bapenda Bontang Dukung Rencana Revisi Perda Larangan Iklan Rokok

Keterangan Gambar : Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, Sigit Alfian, saat ditemui diruang kerjanya, Kantor Bapenda Bontang, Gunung Elai, Bontang Utara, Kamis (27/5/2021). (Doc. Istimewa)


NEWSBONTANG.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, sepakat terkait rencana Wali Kota Bontang Basri Rase merevisi aturan kawasan tanpa asap rokok.

Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian menjelaskan, aturan iklan rokok tertuang di dalam edaran yang diterbitkan kepala daerah 2018 lalu.

Di dalam aturan itu melarang iklan rokok dipasang bebas di ruang-ruang publik.

Baca Lainnya :

Sebagai langkah awal, pemerintah harus mencabut surat edaran yang telah berlaku saat ini, kemudian menerbitkan surat edaran baru.

Setelah itu, Bapenda baru bisa menarik pungutan pajak dari iklan rokok.

Menurutnya, dari pajak iklan rokok Bontang bisa mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta setiap tahun.

"Potensinya lumayan, baliho itu ada di 20 titik itu bisa menghasilkan Rp 20 juta per tahun, kalo banner di restaurant dalam setahun bisa menghasilkan Rp 150 juta per tahun pajaknya," kata Sigit saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Bapenda Bontang, Gunung Elai, Bontang Utara, Kamis (27/5/2021).

Selain itu, Sigit sapaannya, menerangkan pajak reklame dari rokok juga berpotensi mendukung beberapa kegiatan kreativitas kawula muda, seperti event musik dan balap motor atau road race.

Menurutnya, dukungan dana yang didapatkan dari iklan rokok itu bisa membuat hingga 20 kegiatan kawula muda dalam kurun waktu setahun.

"Paling tidak produk rokok tersebut bisa menyumbang Rp 100 juta dalam setahun, bisa 20 kegiatan tuh yang terlaksana," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, dr Bahauddin mengatakan masih menunggu arahan dari Wali Kota Bontang, Basri Rase.

Pihaknya masih akan mengkaji terlebih dahulu mengenai iklan rokok tersebut. Kajian itu mempertimbangkan dampak pertumbuhan konsumsi rokok di kalangan remaja.

"Kita masih menunggu koordinasi dari Walikota, dan akan mengkaji lebih dalam terlebih dahulu," tutupnya.

Diketahui, aturan larangan pemasangan iklan rokok tertera dalam Perda Nomor 5/2012 tentang Kawasan Tanpa Asap. dalam pasal 5 poin 2 (a) berbunyi setiap orang yang berada di Kawasan Dilarang Merokok, dilarang melakukan kegiatan menyelenggarakan iklan atau mempromosikan rokok. (Ryn/NB)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.