Bontang Siapkan Lahan Seluas 231 Ha untuk Lokasi Rehabilitasi Mangrove

By Annas 26 Mei 2021, 17:31:46 WIB Daerah
Bontang Siapkan Lahan Seluas 231 Ha untuk Lokasi  Rehabilitasi Mangrove

Keterangan Gambar : Kunjungan kerja Kepala BRGM RI, Hartono, saat lakukan kunjungan ke ekowisata mangrove di Kelompok Tani Lestari Indah, Tanjung Laut, Bontang Selatan. (Doc. Istimewa)


NEWSBONTANG.COM - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) RI gelar kunjungan serta sosialisasi program pemberdayaan ekowisata mangrove kepada Kelompok Tani Lestari Indah binaan PT Badak LNG, di Tanjung Laut, Bontang Selatan, Selasa (25/5/2021) sore lalu.

Diketahui, BGRM RI mensosialisasikan program restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove tahun 2021-2024.

Selain itu, kedatangan rombongan untuk meninjau sejumlah lokasi yang rencananya bakal dijadikan lokasi penanaman ratusan ribu pohon mangrove.

Baca Lainnya :

Adapun 9 Provinsi di Indonesia yang masuk dalam daftar kunjungan BRGM RI. Diantaranya Sumatera Utara (Sumut), Bangka Belitung, Kepulauan Riau (Kepri), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kalut), Papua, dan Papua Barat.

Sementara untuk di Kaltim sendiri, ada 4 daftar daerah yang masuk dalam kunjungan. Yakni Paser, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Bontang.

Kepala BRGM RI, Hartono, mengatakan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 120/2021 mengenai Pembentukan BRGM, badan ini bertugas memfasilitasi percepatan restorasi dan rehabilitasi mangrove.

Lebih lanjut, Hartono mengatakan rencananya di Kaltim, pihaknya akan memanfaatkan lahan seluas 6.999 hektar untuk dilakukan pembibitan dan penanaman pohon mangrove.

Khusus di Bontang ada 231 hektar lahan yang akan dimanfaatkan untuk rehabilitas dan penanaman mangrove. Dengan mengajak kerjasama petani mangrove di Kota Taman.

"Yang jelas kami fasilitasi penuh, karena ini perintah Presiden Jokowi," ungkapnya.

Selain itu, program ini juga sebagai langkah Presiden dalam menumbuhkan sektor perekonomian yang berbasis maritim pasca pandemi Covid-19.

Program ini diperkirakan akan memberikan dampak secara langsung bagi masyarakat sekitar, terutama yang berprofesi sebagai nelayan.

"Nelayan dan masyarakat pesisir adalah komunitas penting yang menjadi bagian dari ekosistem mangrove. Apalagi mereka penerima manfaat langsung dari kegiatan ini," terangnya.

Diakhir Hartono menyampaikan rencananya program ini bakal dijalankan secepatnya sampai dengan target penyelesaian beberapa bulan ke depan.

Untuk jenis mangrove nantinya akan tetap menyesuaikan dengan kondisi di Bontang. Sebab sejumlah jenis mangrove disini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

"Apalagi mangrove disini banyak dimanfaatkan untuk bahan baku makanan dan minuman. Seperti sirup dan tepung," pungkasnya. (Ryn/NB)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.