Dana Perimbangan Susut Sampai Rp 149 M, Ini Langkah Hemat Belanja Pemerintah

By Annas 25 Nov 2021, 13:41:43 WIB Daerah
Dana Perimbangan Susut Sampai Rp 149 M, Ini Langkah Hemat Belanja Pemerintah

Keterangan Gambar : Potret foto bersama Wali Kota Bontang Basri Rase dengan unsur pimpinan DPRD Bontang, dalam agenda pengambilan keputusan DPRD terhadap Raperda tentang pengesahan APBD 2022, di Bonles, pada Rabu (24/11/2021).


NEWSBONTANG.COM - DPRD Bontang mengesahkan APBD 2022 sebesar Rp 1.2 triliun lebih. Pengesahan itu melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Bontang dalam rapat paripurna.

Beberapa komposisi APBD berubah, bahkan beberapa item dikurangi. Pengurangan itu terjadi lantaran dana transfer pemerintah pusat ke daerah mengalami penyusutan senilai Rp 149 miliar.

Wakil Ketua DPRD Bontang Junaidi menuturkan terdapat perubahan nilai alokasi dari transfer pemerintah pusat yang sebelumnya, Rp 898.127.022.000 mengalami penurunan menjadi Rp 747.478.316.000 atau berkurang Rp 149.358.720.445.

Baca Lainnya :

“Sehingga perlu dilakukan penyesuaian dengan rasionalisasi belanja daerah,” kata Junaidi saat rapat paripurna di Gedung DPRD Bontang, Jalan Moeh Roem Bontang Lestari, Rabu (24/11/2021) lalu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang Amiruddin Syam, mengatakan penyusutan dana transfer ini membuat Pemkot Bontang melakukan kebijakan memangkas sejumlah belanja untuk penghematan. 

Maka, setiap kegiatan harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Apalagi Pemkot harus mengalokasikan pengeluaran tambahan seperti belanja pegawai hasil seleksi calon ASN dan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) sebesar Rp 38 miliar. 

Adapun upaya penghematan, membatasi belanja Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan dinas pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Pemkot Bontang mengklaim dapat menghemat anggaran senilai Rp 5 miliar.

Kemudian, meniadakan pengadaan pegawai non ASN atau honorer di lingkungan Pemkot Bontang.

Tak hanya itu, program dana stimulan RT juga harus dipangkas menjadi Rp 50 juta dari 200 juta.

"Kita alokasikan sesuaikan dengan beban keuangan daerah kita. Khususnya pada program stimulan RT ini," kata Amiruddin.

Namun, apabila tahun berikutnya dana transfer pusat bisa kembali meningkat, maka tidak menutup kemungkinan dana stimulan RT ini akan ditambah. 

"Kalau di tahun selanjutnya kemampuan keuangan daerah meningkat. Bisa jadi stimulan RT ikut meningkat," tandasnya. 

Sebagai informasi, APBD Bontang di 2022 nanti berasal dari tiga sumber anggaran. Diantaranya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 205 miliar, Dana Perimbangan Rp 747 miliar, dan Dana Hibah Rp 2,5 miliar. (Ryn/NB)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.