Indonesia Tutup Pintu Demi Cegah Merebaknya Corona Varian Baru
Redaksi News Bontang

By Annas 29 Des 2020, 08:49:10 WIB Nasional
Indonesia Tutup Pintu Demi Cegah Merebaknya Corona Varian Baru

Keterangan Gambar : Ilustrasi wisatawan asing di Indonesia (Foto: Dikhy Sasra)


NEWS BONTANG- Pemerintah telah menggelar rapat terbatas untuk menyikapi adanya virus COVID-19 varian baru yang disebut lebih menular dan sudah masuk ke beberapa negara. Untuk antisipasi, pemerintah tegas untuk menutup pintu bagi warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.

 

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai rapat, Senin (28/12/2020). Indonesia menutup pintu bagi WNA atau warga negara asing mulai 1 sampai 14 Januari 2021.

Baca Lainnya :

 

"Rapat kabinet terbatas 28 Desember 2020 memutuskan menutup sementara, untuk menutup sementara, dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021, masuknya warga negara asing atau WNA dari semua negara ke Indonesia," kata Retno, dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Setpres, Senin (28/12/2020).

 

Sedangkan untuk WNA yang akan masuk sejak kemarin (Senin 28/12) sampai 31 Desember 2020, pemerintah juga membuat sejumlah aturan. WNA itu wajib melakukan RT PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction) terlebih dahulu di negara asal dan akan dites kembali setibanya di RI.

 

"Tes RT PCR di negara asal yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum jam keberangkatan, dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau eHAC internasional Indonesia," ujar Retno.

 

Saat tiba di RI, WNA juga wajib melakukan tes RT PCR kembali. Setelah itu, kalaupun negatif, WNA tetap harus isolasi mandiri terlebih dahulu selama 5 hari.

 

"Pada saat kedatangan di Indonesia melakukan pemeriksaan ulang RT PCR dan apabila menunjukkan hasil negatif, maka WNA melakukan karantina wajib selama 5 hari terhitung sejak tanggal kedatangan," ujar Retno.

 

Jika usai 5 hari hasil menunjukkan negatif, jelas Retno, WNA tersebut diizinkan meneruskan perjalanan. "Setelah karantina 5 hari melakukan pemeriksaan ulang RT PCR dan apabila hasil negatif, maka pengunjung diperkenankan meneruskan perjalanan," tuturnya.

 

Namun, ada pengecualian dalam aturan ini. WNA yang merupakan pejabat setingkat menteri masih diizinkan masuk ke RI untuk melakukan kunjungan. Namun, nantinya para pejabat ini tetap diharuskan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Bagi kunjungan resmi pejabat setingkat menteri ke atas dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Retno.

 

Peneliti: Varian Baru Corona dari Inggris Belum Terdeteksi di RI

 

Varian baru virus Corona dari Inggris diduga lebih menular. Peneliti dengan keahlian genomika molekuler, Dr. Riza Arief Putranto, DEA, menyebut varian baru COVID-19 dari Inggris belum terdeteksi di RI.

 

"Informasi yang benar adalah mutasi baru VUI 202012/01 atau B.1.1.7 dari Inggris belum terdeteksi masuk ke Indonesia karena sistem surveilans genomika kita yang belum memadai," kata Dr Riza kepada wartawan, Senin (28/12/2020).

 

"Untuk mendeteksinya perlu pendekatan tersebut," imbuh dia.

 

Varian baru COVID-19 dari Inggris disebut Dr Riza memang diduga lebih menular, berdasarkan sejumlah riset ilmiah. Namun, kata Riza, varian baru COVID-19 dari Inggris diyakini ilmuwan masih bisa dikenali vaksin yang sudah ada saat ini.

 

"Meskipun diduga 50-74% lebih menular, varian baru tersebut belum terindikasi menimbulkan keganasan dan membuat vaksin tidak mempan," jelas Riza.

 

"Para ilmuwan masih yakin bahwa vaksin existing masih akan mengenali varian mutasi baru tersebut," tegas dia.


Sumber : Detik News




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.