Israel Akan Mendaratkan Pesawat Luar Angkasa di Bulan Tahun 2024
Redaksi Newsbontang

By Annas 10 Des 2020, 12:49:19 WIB Internasional
Israel Akan Mendaratkan Pesawat Luar Angkasa di Bulan Tahun 2024

Keterangan Gambar : Ilustrasi (iStock)


NEWS BONTANG- Israel meluncurkan proyek Beresheet 2 yang bertujuan mendaratkan sebuah pesawat luar angkasa tanpa awak di Bulan tahun 2024 mendatang. Misi serupa sebelumnya berujung tabrakan ke permukaan Bulan.

 

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/12/2020), pesawat luar angkasa Beresheet yang asli memiliki berat 585 kilogram ini dirakit oleh LSM Israel, SpaceIL dan perusahaan milik negara, Industri Dirgantara Israel. Dalam misi pada April 2019 lalu, Beresheet berhasil mencapai Bulan namun mengalami kegagalan mesin saat hendak melakukan pendaratan.

Baca Lainnya :

 

Pihak SpaceIL bertemu Menteri Ilmu Pengetahuan Israel, Yizhar Shai, di kediaman Presiden Israel, Reuven Rivlin. Disebutkan Presiden Rivlin bahwa proyek ini merupakan 'kesempatan untuk menyegarkan sudut pandang kita'.

 

 

"Ini adalah kesempatan untuk mengingatkan diri kita soal tanggung jawab kita terhadap Bumi," ujar Rivlin.

 

Shai, yang kantornya terlibat dalam proyek ini, menyatakan dirinya mengharapkan Beresheet 2 akan 'mendefinisikan kembali batas-batas apa yang mungkin dicapai dan menetapkan Israel sebagai kekuatan inovasi'.

 

Beresheet 2 nantinya akan terdiri atas tiga pesawat luar angkasa yang berdekatan.

 

Sejauh ini, hanya Rusia, Amerika Serikat dan China yang telah melakukan perjalanan sejauh 384 ribu kilometer dan mendarat dengan selamat di Bulan.

 

Misi terbaru oleh China bertujuan untuk mengumpulkan sampel bebatuan bulan dan membawanya kembali ke Bumi. Pesawat ruang angkasa Chang'e-5 dibawa ke luar angkasa oleh Long March-5, roket pengangkut terbesar di China, yang diluncurkan dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di pulau Hainan, China selatan pada Selasa (24/11) pukul 4:30 pagi waktu Beijing.

 

Komandan peluncuran Zhang Xueyu mengatakan proses lepas landas berjalan sukses. Misi Chang'e-5, yang dikoordinasikan oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China, dinamai sesuai nama dewi bulan China sejarah kuno.

 

Diketahui bahwa China sedang meningkatkan program luar angkasanya dan ''misi bulan'' adalah yang paling ambisius di China hingga saat ini. Sampel material terakhir dari bulan sudah lama sekali diambil oleh misi Luna-24 Uni Soviet pada Agustus 1976. Tahun lalu, misi Chang'e-4 berhasil melakukan pendaratan pertama di sisi gelap bulan. 

Pada bulan Juli, China juga meluncurkan misi independen pertamanya ke Mars. China juga berencana untuk membangun stasiun luar angkasa sendiri pada tahun 2022 dan mengirim penyelidikan ke Jupiter pada tahun 2029 mendatang.





Sumber : Detik News




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.