Jokowi Larang Masyarakat Mudik, Ini Penjelasannya

By Annas 17 Apr 2021, 13:19:08 WIB Nasional
Jokowi Larang Masyarakat Mudik, Ini Penjelasannya

Keterangan Gambar : Screensoot saat Jokowi menerangkan alasan larangan mudik, di akun instagramnya @jokowi (Doc. BPMI Setpers 2021))


NEWSBONTANG.COM – Presiden RI Joko Widodo, melarang seluruh masyarakat untuk melakukan aktivitas mudik lebaran, pada momentum hari raya idul fitri 1442 H, tahun ini.

Alasan pemerintah memutuskan untuk melarang masyarakat untuk mudik lebaran, Karena mengingat pembelajaran dari pengalaman libur panjang tahun lalu, membuktikan pertumbuhan kasus positif Covid-19.

Dalam unggahan di akun Instagram Presiden Jokowi (@jokowi), menyampaikan lonjakan pertama saat libur Idul Fitri 2020 terjadi kenaikan kasus harian hingga 93% dengan kenaikan jumlah kematian mingguan 66%.

Baca Lainnya :

Lonjakan kedua pada libur panjang 20-23 Agustus 2020 mengakibatkan kenaikan kasus harian 119% dan tingkat kematian mingguan 57%.

Kemudian lonjakan ketiga yang terjadi pada libur panjang 28 oktober hingga 1 november 2020 menyebabkan terjadinya kenaikan kasus covid hingga 95% dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 75%.

terakhir terjadi saat libur akhir tahu 24 Desember 2020 sampai 3 Januari  2021 mengakibatkan kenaikan kasus 78% dengan tingkat kematian mingguan 46%.

“Untuk itu, sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada lebaran kali ini,” ucap Jokowi.

Selain itu, keputusan ini diambil atas pertimbangan pemerintah dalam menjaga tren kesembuhan yang dinyatakan terus mengalami peningkatan.

Pada 1 Maret 2021 dari 1.341.314 menjadi 1.151.915 orang sembuh atau 85,88% dari total kasus. Maka 15 April 2021 meningkat yang sebelumnya 1.589.359 jadi 1.438.254 orang sembuh atau 90,5% dari total kasus.

Tren penurunan kasus aktif 5 februari hingga 15 April  dari 176.672 menjadi 108.032 kasus. Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun dari 1400-1500 kasus perhari pada bulan Januari dan kini berada pada kisaran  4000-6000 setiap hari.

Oleh karena itu, selain melarang masyarakat umum untuk mudik, Jokowi juga melarang esensial worker (pekerja penting), seperti ASN, TNI & Polri, Pegawai BUMN, dan Karyawan swasta.

 “Saya mengerti kita semuanya pasti rindu sanak saudara disaat seperti ini apalagi di lebaran nanti. Akan tetapi mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman,” tutupnya. (Ian/NB)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment