Kader PAN Bontang Manuver ke Partai Ummat, Kecewa dengan Gaya Kepemimpinan Ketua Saat Ini

By Annas 02 Jun 2021, 15:35:42 WIB Daerah
Kader PAN Bontang Manuver ke Partai Ummat, Kecewa dengan Gaya Kepemimpinan Ketua Saat Ini

Keterangan Gambar : Potret beberapa eks kader PAN Bontang yang menyerahkan surat pengunduran diri dan memilih untuk bergabung ke Partai Ummat Bontang. (Doc. Istimewa)


NEWSBONTANG.COM – Sebanyak 19 kader DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Amanat Nasional (PAN) Bontang, resmi hijrah ke Partai Ummat.

Ketua Partai Ummat Bontang, Bakhtiar Majid, mengungkapkan jika pengurus PAN Bontang yang pindah, merupakan pengurus yang menduduki posisi strategis di partai.  

Adapun kader yang resmi menyatakan mundur, diantaranya; Wakil Ketua, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), Wakil Bendahara, Ketua DPC PAN Bontang Barat, Ketua DPC Bontang Selatan.

Baca Lainnya :

"Sesuai Surat Keputusan (SK), mereka yang hijrah merupakan pengurus inti di PAN," kata Bakhtiar saat dikonfirmasi via telepon seluler, Rabu (2/6/2021).

Mantan Wakil Ketua DPD PAN Bontang ini, menyatakan tidak pernah dilibatkan oleh pimpinan PAN Bontang dalam mengambil keputusan strategis partai.

Hal itu menjadi pemicu awal, ia bersama dengan 18 kader lainnya untuk manuver ke parpol baru besutan Amin Rais itu.

"Kita belum memiliki anggota Dewan yang duduk di parlemen, jadi kami memiliki semangat baru, kepedulian dan gotong royong, ini yang membuat teman-teman PAN hijrah ke Partai UMMAT," bebernya.

Terpisah, Ketua DPD PAN Bontang, Ridwan, menyatakan tidak keberatan dengan langkah yang diambil kader PAN tersebut.

Ia mengklaim, alasan kepindahan para kader nya tersebut ingin berkarya di partai lain. Karena ilmu politik yang sudah diberikan kepada kader yang mundur tersebut, akan bermanfaat jika diterapkan di partai lain.

"Kita Enjoy aja, mungkin mereka ingin berkarya di partai lain dengan menerapkan ilmu di PAN" Kata Ridwan.

Lebih lanjut, Anggota DPRD Bontang ini juga membantah adanya konflik dalam internal partai. Yang jadi alasan keluarnya beberapa kader.

Namun, ia mengaku bahwa memang dalam internal belum dapat mengakomodir seluruh kader yang terdaftar di dalam keanggotaan PAN Bontang.

Alasannya, pasca kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Februari 2020 lalu. Pengurus inti di daerah diinstruksikan untuk melakukan perampingan pengurus. Kemudian mengakibatkan beberapa kepentingan kader tidak terakomodir di dalam partai.

"Tidak ada konflik kami terhadap kader kami, mereka yang memutuskan keluar kami apresiasi, karena itu sudah menjadi pilihannya," bebernya.

Pun menerima keputusan kader, Ridwan tetap akan menjadikan masalah ini sebagai catatan politik untuk dibahas dalam evaluasi menuju pemilu 2024 nanti.

"Mudahan partai yang mereka pilih bisa berkarya juga diparlemen, karena ending dari berpartai adalah mendapatkan kursi di DPR," tutupnya. (Ryn/NB)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.