Kiprah CNSA: Peluncuran Luar Angkasa dengan Awak hingga Pendaratan di Bulan
Redaksi News Bontang

By Annas 06 Jan 2021, 13:05:14 WIB Nasional
Kiprah CNSA: Peluncuran Luar Angkasa dengan Awak hingga Pendaratan di Bulan

Keterangan Gambar : Roket China CNSA. (Foto: dok. Polres Kotawaringin Barat)


NEWS BONTANG- China National Space Administration atau badan antariksa China (CNSA) bikin geger di Indonesia. Penemuan puing logam berukuran besar di Teluk Ranggau, Sei Cabang, Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, ternyata bagian dari badan roket China yang meledak April silam.

Di puing itu ada tulisan serta logo CNSA. Bagaimana kiprah CNSA di dunia antariksa?

 

Baca Lainnya :

Mengutip dari situs cnsa.gov.cn, Rabu (6/1/2021), CNSA adalah organisasi pemerintah China yang bertanggung jawab atas pengelolaan kegiatan ruang angkasa untuk penggunaan sipil dan kerja sama ruang angkasa internasional dengan negara lain, dan menjalankan fungsi pemerintahan terkait.

 

Berbeda dengan kebanyakan badan antariksa dari negara lain, CNSA ini tidak terlibat dengan stasiun luar angkasa internasional. CNSA disebut memiliki stasiun ruang angkasa sendiri.

 

Dikutip dari space.com, pada tahun 2013 lalu, tiga orang awak kapal Shenzhou 9 melakukan pendaratan pertama di luar angkasa yang berlabuh di stasiun Tiangong Sekadar informasi, Tiangong 1 adalah stasiun ruang angkasa pertama China yang melayani baik sebagai laboratorium berawak dan testbed eksperimental untuk menunjukkan pertemuan orbital dan kemampuan docking Tiangong- 1.

 

Dilaporkan juga, CNSA melakukan pendaratan pertama di bulan dalam beberapa dekade pada Desember 2014 dengan pendaratan Chang'e-3. Chang'e-3 ini misi penjelajahan bulan dengan bantuan robot. CNSA mempublikasi program luar angkasanya melalui situs resminya.

CNSA dibentuk pada tahun 1993, setahun setelahnya China memulai program luar angkasa. Ini mengembangkan pesawat ruang angkasa bernama Shenzhou, yang mengandalkan desain pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia tetapi dimodernisasi oleh para insinyur China.

 

Stasiun luar angkasa CNSA, Tiangong 1 diluncurkan pada September 2011 dan menjalani dua docking robot dengan pesawat luar angkasa bernama Shenzhou 8 tanpa berawak pada November. Lalu Shenzhou 9 dan Shenzhou 10 dengan awak pada tahun 2012 dan 2013.

 

Pada Januari 2016, badan negara Xinhua melaporkan di bulan yakni disebut Chang'e-4 yang mendarat di sisi jauh bulan (sisi yang tidak pernah menghadap Bumi) pada tahun 2018.

 

CNSA mengandalkan dua robot yang ditempatkannya di Bulan. Chang'e-4 dan Yutu-2 mulai kembali bekerja menangkap citra di area sisi terjauh Bulan pada 18-19 Januari 2020. Misi Chang'e 4 nantinya akan diikuti dengan misi Chang'e 5 yang akan menjadi babak final dari program Chang'e CNSA.

 

Nama CNSA sendiri jadi sorotan setelah puing logam berukuran besar di Teluk Ranggau, Sei Cabang, Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Puing itu ternyata didapati tulisan dan logo CNSA.

 

Kepala Lapan, Prof Thomas Djamaluddin, mengatakan puing tersebut diduga adalah bagian dari roket yang dipakai untuk peluncuran satelit milik China.

 

"Dugaan sementara itu bagian roket CZ-3B dengan nomor katalog 4470. Roket digunakan untuk peluncuran Beidou 3-IGSO 3 pada 4 November 2019," kata Thomas saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (6/1/2021).

 

Namun benda tersebut terjatuh di wilayah Indonesia. Jatuhnya benda tersebut termonitor satelit milik Lapan.

 

"Perkiraan jatuh 4 Januari pukul 14.25 WIB di selatan Kalimantan dari ketinggian 118 km," kata Thomas.

 

Berdasarkan penelusuran polisi, puing yang ditemukan adalah bagian roket CNSA yang meledak pada 10 April lalu. Saat itu roket tersebut membawa satelit Nusantara Dua atau Palapa-N1, namun gagal. 

Roket itu lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, China pada pukul 7.46 Kamis malam (9/4) seperti dilaporkan Xinhua.






Sumber : Detik News




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.