Nasrul Digeser Aldy, Pucuk Pimpinan Bawaslu Bontang Berganti

By Annas 17 Jul 2021, 16:40:57 WIB Daerah
Nasrul Digeser Aldy, Pucuk Pimpinan Bawaslu Bontang Berganti

Keterangan Gambar : Mantan Ketua Bawaslu Bontang, Nasrullah, saat bertemu dengan awak media, pada Sabtu (17/7/2021). (Doc. Ist)


NEWSBONTANG.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim, secara resmi mengumumkan pergeseran pucuk pimpinan Bawaslu Bontang, sebelum masa jabatan selesai.


Dari laman resmi Bawaslu Kaltim, media ini mengutip nama Aldy Artrian terpilih menjadi ketua Bawaslu. Menggantikan tampuk pimpinan sebelumnya, yang dipegang oleh Nasrullah.

Baca Lainnya :


Sebenarnya, Nasrullah masih harus memegang jabatan tersebut hingga 2023 mendatang. 


Perlu diketahui pula kalau Aldy Artrian, merupakan Komisioner di Bawaslu Bontang, untuk jabatan sebagai Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.


Penunjukan Aldy disepakati dalam Rapat Pleno yang dihadiri tiga pimpinan Bawaslu Kota Bontang, menindaklanjuti Surat Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur Nomor 107/KP.08.03/K.KI/7/2021 tertanggal 8 Juli 2021.


Surat tersebut perihal Instruksi Melaksanakan Putusan Sanksi. Rapat pleno dilaksanakan di Kantor Bawaslu Bontang, Jl. Letjen S. Parman, Belimbing, Bontang Barat, Selasa (13/7/2021).


Media ini mengkonfirmasi pula kebenaran kabar tersebut ke Ketua Bawaslu Kaltim, Saipul Bachtiar.


Saat dihubungi, Saipul Bachtiar menerangkan terdapat dua nama yang diputuskan untuk diberikan sanksi. Selain Nasrullah, adapula Agus Susanto yang menjabat sebagai Kordiv Pengawasan, Humas dan Hubal Bawaslu Bontang, Agus Susanto. 


Keduanya mendapatkan sanksi yang berbeda, Agus Susanto diberikan sanksi sedang, sementara Nasrullah diberikan sanksi berat.


"Kita ingin membuktikan kalau menjadi anggota bawaslu, harus netral dan terlihat netral," kata Saipul saat dikonfirmasi via telepon seluler, Jumat (16/07/2021). 


Lebih lanjut, Saipul membeberkan kalau Nasrullah dihukum dengan kategori pelanggaran berat. Pasalnya, Nasrullah kedapatan menjadi pimpinan di salah satu organisasi paguyuban Jawa untuk di wilayah Kaltim. Yakni Pelestarian Tosan Aji Bessai Berinta (Panji Beber).


Oleh karena itu, Bawaslu Kaltim menilai, secara independensi Nasrullah dalam menjalankan tugas-tugasnya akan terasa berat, untuk mengambil keputusan. Karena keberpihakan terhadap organisasi diluar Bawaslu. 


"Bisa saja didalamnya ada orang-orang politik, pejabat tertentu, kan kasian Bawaslu-nya," terangnya.


Sementara, Agus Susanto, diduga terlibat  dalam struktur penting di media massa. Ia menjadi pimpinan redaksi di salah satu media online.


Sejak awal menjabat, Agus memang memiliki latar belakang media. Namun, karena sudah menjadi komisioner Bawaslu, maka jabatan itu ditanggalkan olehnya. 


"Tapi di Bulan Juli lalu, namanya muncul lagi di salah satu media. Makanya langsung kita klarifikasi," ungkapnya.


Saipul mengatakan, yang lebih berbahaya sebenarnya orang yang menjabat dalam media massa, dibandingkan ikut dalam organisasi terbuka.


Namun, sesuai hasil rapat ada beberapa pertimbangan lain, untuk permasalahan sanksi keduanya berbeda.


"Pertimbangan lain, kita ingin membuktikan kalau menjadi anggota Bawaslu, harus netral dan terlihat netral. Kita tidak ingin mendua. Apalagi ketua ini simbol lembaga. Maka posisi ketua dipegang oleh ormas tertentu, walaupun sebentar. Sekitar hanya dua mingguan dia menjabat," bebernya.


Terpisah, Eks Ketua Bawaslu Bontang, Nasrullah, mengungkapkan sudah menerima dengan lapang dada keputusan tersebut.


Ia mengakui kekeliruannya. Akan tetapi, Nasrullah menyatakan sudah keluar dari paguyuban tersebut. Sehingga tidak lagi berstatus ketua Panji Beber saat diberikan sanksi. 


"Ya tapi saya sudah ikhlas, insya allah semuanya diganti yang kuasa," tutupnya.

Padahal diketahui, kedua komisoner tersebut dianggap berprestasi karena sukses dalam mengawal berjalannya pilkada Bontang pada 2020 lalu. (Ryn/NB)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.