Pendidikan Bermakna di Tengah Corona

By Annas 04 Mei 2020, 08:01:20 WIB Opini
Pendidikan Bermakna di Tengah Corona

Keterangan Gambar : Kabid Dikdas Dinas Disdikbud Bontang (Foto/Dokumentasi.NB)


Oleh : Saparudin, SH.,M.Pd

(Kabid Dikdas Disdikbud Kota Bontang).


Baca Lainnya :

Pendidikan merupakan hak dasar manusia yang harus terus berjalan dan tidak boleh putus walaupun negara dalam keadaan susah, modal dasar dalam kehidupan adalah ilmu pengetahuan, saat ini ilmu pengetahuan selaras dengan teknologi informasi yang sedang lagi ngetren, yaitu belajar secara virtual yang hanya melakukan proses belajar. Ada pun makna dalam dunia Pendidikan ada dua hal yang tak terpisahan yaitu mengajar dan mendidik.


Mengajar adalah memberikan informasi pengetahuan yaitu mentransper ilmu hal ini dapat dilakukan siapa saja sepanjang dapat menguasai materi yang disampaikan, sedangan mendidik adalah proses membentuk watak, karakter anak didik untuk menjadi manusia yang mempunyai akhlah, budi pekerti luhur, etika dan estetika. Jadi dua makna ini tidak boleh ada yang ditinggalkan harus menjadi satu kesatuan.


Hari Pendidikan Nasional kali ini banyak perubahan disebabkan oleh COVID-19 yang datang menguji kemampuan negara di dunia. Banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari PANDEMI ini, salah satunya sektor pendidikan.


Makna Peringatan hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 ini yaitu Belajar dari COVID-19, Wabah Virus corona membuat porakporandanya sendi kehidupan baik dunia indutri, UMKM, bahkan dunia Pendidikan juga menjadi yang terdampak.


Sebagai insan Pendidikan kita tidak boleh menyerah harus terus semangat untuk berinovasi, kolaborasi antara orang tua peserta didik, kepala sekolah, guru untuk memberikan motivasi dan dorongan kepada anak kita untuk belajar bersabar ditengah keterbatasan ini dari berbagai segi teknologi, ekonomi, pendapatan keluarga serta pengeluaran.

 

Pendidikan itu penting. Ayo kobarkan semangat belajar di rumah! Demi kemajuan negeri ini. Jangan patah semangat! Soto babat sate rusa. Hari senja merah merona. Alangkah hebat anak Indonesia. Tetap belajar walau sedang Corona. Mereka yang ingin berhenti belajar dan menuntut ilmu akan menjadi pemilik masa lalu, tetapi mereka yang terus giat belajar akan menjadi pemilik masa depan, Belinya biasa di Kota Langkat.


Minum jahe badannya hangat, Walau virus belum diangkat, Kita belajar tetap semangat. Pendidikan memang tidak menjamin sukses, tapi tanpa pendidikan kehidupan ini menjadi lebih sulit dibanding di masa sulit Covid-19.


Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang di rumah sebagai guru, dari kenangan Covid-19 kita belajar, Berat buruknya hidup pada akhirnya kita tetap di sini dan menikmati hari ini. Belajar adalah pilihan, jika kamu memilih belajar dengan senang maka hidup akan senang, jika kamu memilih susah maka hidup pun akan terasa susah, Percayalah Covid-19 adalah sebuah petualangan yang akan memberikanmu cara baru dalam memandang kehidupan.


Hidup ini memang susah maka jangan membuatnya menjadi lebih susah lagi dengan kemalasan saat belajar di rumah. Hidup susah bukan berarti kita tidak pantas bahagia. Hidup mudah bukan berarti itu berharga, nikmatilah saat belajar dan bekerja rumah dengan makna.


Tetaplah bersyukur bisa belajar di rumah, setiap orang hidup dengan perjuangannya masing-masing, jadi tidak perlu merasa paling susah sedunia, Hidup itu susah, tapi kamu tidak sendiri. Banyak yang lebih buruk darimu, tapi mereka bisa bertahan. Ilmu dalam hidup yang susah diaplikasikan salah satunya adalah selalu merasa kaya agar terbiasa memberi.


Hidup susah bukan untuk dikeluhkan, tetapi untuk dinikmati dan dijalani sambil melihat ada begitu banyak orang yang lebih susah dari kita. Kota Sumedang sejuk hawanya. Banyak orang pergi ke sawah. Walaupun sedang pandemi Corona. Tetaplah belajar walau di rumah. Pendidikan bukan hanya persoalan ke sekolah dan kampus lalu mendapatkan ijazah, tapi soal memperluas wawasan serta menyerap ilmu kehidupan.


Jika tidak ingin merasakan pahitnya dalam proses mencari ilmu di masa Corona ini maka bersiaplah untuk menahan rasa sakitnya kebodohan sepanjang hidup, Orang bijak belajar ketika mereka bisa, sedangkan orang bodoh belajar ketika mereka dalam keadaan terpaksa. Kalau mau menunggu sampai Covid-19 berlalu, kita akan menghabiskan sisa hidup kita hanya untuk menunggu. Semangat belajar. (*).

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.