Penyidikan Kasus Korupsi Perusda AUJ Minim Progres, Castro : Tersangka Bisa Hilangkan Barang Bukti
redaksi

By Annas 29 Des 2021, 17:56:21 WIB Daerah
Penyidikan Kasus Korupsi Perusda AUJ Minim Progres, Castro : Tersangka Bisa Hilangkan Barang Bukti

Keterangan Gambar : Pengamat Hukum Universitas Mulawarman Herdiansyah Hamzah. (Doc. Pribadi)


NEWSBONTANG.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang terkesan lamban dalam melakukan proses penyidikan dalam kasus korupsi penyertaan modal Perusahaan Daerah Aneka Usaha Jasa (Perusda AUJ).

Hal itu terlihat dari minimnya tindak lanjut pihak pengadil dalam menahan seluruh pelaku korup yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Bontang pada tahun lalu.

Padahal, dari keterangan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bontang Ali Mustofa, pihaknya telah menerbitkan Surat Penetapan Tersangka, Surat Perintah Penyidikan dan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Baca Lainnya :

"Untuk melakukan proses penyidikan ini memang sudah harus menetapkan tersangka," kata Ali saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti dengan cepat, dan terukur.

Setelah itu, akan dilakukan pemberkasan untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kemudian tersangka akan menjalani masa persidangan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda.

Ali mengakui panjangnya proses ini mengakibatkan kelima tersangka urung diberikan penahanan.

"Setelah pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti sudah selesai, secepatnya kita akan lakukan pemberkasan untuk dilimpahkan ke pengadilan Tipikor di Samarinda," bebernya.

Menanggapi itu, Pengamat Hukum Universitas Mulawarman Herdiansyah Hamzah, menjelaskan berdasarkan KUHAP pasal 21 diatur mengenai alasan penahanan syarat objektif apabila ancaman pidana lima tahun keatas.

Sementara, syarat subyektif seseorang itu dikhawatirkan menghilangkan atau merusak barang bukti, melarikan diri, dan mengulangi perbuatan.

"Membiarkan tersangka berkeliaran, sama saja dengan memberi ruang untuk menghapus jejak kejahatan korupsi," ucap Dosen Hukum Unmul yang akrab disapa Castro, melalui pesan tertulisnya, pada Rabu (29/12/2021).

Menurutnya, tersangka kasus korupsi itu semestinya ditahan karena sifat kasusnya berkaitan dengan kekuasaan. 

Apabila tidak dilakukan penahanan, maka barang bukti bisa saja dihilangkan oleh tersangka.

"Kan semua orang tahu kalau perkara korupsi itu melibatkan persekongkolan banyak orang," tandasnya. 

Diberitakan sebelumnya, kelima tersangka tersebut diantaranya mantan Direktur Bontang Transport inisial AMA, mantan Direktur Bontang Investindo Karya Mandiri YIR, mantan Direktur BPR Bontang Sejahtera YLS, mantan Direktur Bontang Karya Utamindo LSK.

Kemudian, ABM mantan Direktur CV Cendana atau rekanan fiktif Perusda AUJ.(Ryn/NB)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.