Sosiolog: Gaya Hidup dan Popularitas
Redaksi News Bontang

By Annas 19 Des 2020, 09:17:52 WIB Edukasi
Sosiolog: Gaya Hidup dan Popularitas

Keterangan Gambar : Ilsutrasi prostitusi artis. (Foto: Phil McCarten/Getty Images)


NEWS BONTANG- Polisi mengungkap praktik prostitusi yang dilakukan artis TA. TA diamankan polisi saat tengah berada di hotel kawasan Bandung pada Kamis (17/12). Lalu bagaimana kata sosiolog soal prostitusi artis lagi-lagi terungkap?

 

Sosiolog di IAIN Kudus, Dr. Masturin, M.Ag mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya prostitusi yang dilakukan artis. Pertama adalah tren. Menurutnya zaman sekarang tren serba mudah sehingga dimudahkan untuk melakukan segala macam, termasuk prostitusi artis.

Baca Lainnya :

 

"Memang prostitusi artis itu pertama bukan faktor ekonomi. Faktor ekonomi yang ke sekian. Pertama memang faktor tren, dalam ilmu sosiolog memang itu ada masanya. Itu masa atau tren melakukan online dengan cara apapun termasuk model prostitusi online mengikuti perkembangan zaman," kata Masturin saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Jumat (18/12/2020) malam.

 

"Yang kedua kacamata sosiologi seperti perilaku itu memang tidak dibenarkan. Karena dalam ilmu sosiologi pikiran dan tindakan harus sesuai dengan kehendak umum atau sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Apabila perilaku tidak sesuai dalam masyarakat, dalam ilmu sosiologi berarti orang itu mengalami perbedaan dalam kehidupan masyarakat," sambung dia.

 

Menurutnya, gaya hidup artis juga mempengaruhi seorang artis nekat melakukan prostitusi. Gaya hidup itu bukan semua berpengaruh pada ekonomi. Kata Masturin ada empat tahapan kebudayaan dalam ilmu sosiologi. Pertama adalah pre agricultural society, agriculture society, industrial society, dan post industrial society.

 

"Faktor ekonomi, itu memang juga ada pengaruhnya, namun tidak semua artis dari faktor ekonomi, tapi gaya hidup. Gaya hidup itu bukan faktor ekonomi. Walaupun pakai kost uang, gaya itu itu semuanya ditempuh tidak pakai uang," jelas Masturin yang juga merupakan Dekan Dakwah di IAIN Kudus.

 

"Ada empat tahapan kebudayaan dari ilmu sosiologi yakni, pre agriculture society, agriculture society, industrial society, dan post industrial society. Nah bagaimana masyarakat untuk menuju dari industri ke pos industrial, itu ada fenomena yang menonjol. Fenomena yang menonjol itu tidak selamanya sesuai (diraih atau didapatkan sesuai) dengan normal atau etika masyarakat," sambung dia.

 

Sedangkan, selanjutnya kata dia untuk pengguna prostitusi ada kecenderungan seorang artis memiliki daya tarik tersendiri. Pertama karena obsesi dan kedua karena keinginan atau seorang yang sedang terkenal.

 

"Itu kan ada kecenderungan masyarakat yang populer, itu ya yang banyak diomongkan orang, yang banyak dibicarakan orang. Itu menarik bagi orang lain. Dunia artis pertama obsesi dan yang kedua adalah ingin mencapai dicapai seseorang. Saya pernah menggunakan jasa itu, rasanya begini. Orang itu menarik, orang itu menarik," papar Masturin.

 

Diberitakan sebelumnya, seorang artis berinisial TA diamankan polisi saat tengah berada di hotel kawasan Bandung pada Kamis (17/12). Dia diduga terlibat praktik prostitusi.  

Selain TA, polisi juga menangkap tiga orang lainnya yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya yakni RJ, AH dan MR. RJ dan AH merupakan agen atau orang yang mengiklankan TA di sebuah website. Sementara MR merupakan muncikari sekaligus yang memiliki jaringan dengan muncikari lain seluruh Indonesia.





Sumber : Detik News




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.