Tiga LSM Desak Dinkes Cek Kesehatan Semua TKA Secara Periodik
Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Kota Bontang

By Annas 30 Jan 2020, 08:43:18 WIB Daerah
Tiga LSM Desak Dinkes Cek Kesehatan Semua TKA Secara Periodik

Keterangan Gambar : Heru Nata Guna, Eko Yulianto dan Muhammad Victor Lumenta Saat Berkunjung ke Kantor News Bontang, Rabu 29/1. (Foto/Mirah Hayati)


NEWS BONTANG - Gabungan Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM) Bontang, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainya untuk segera mengambil langkah kongkrit guna mengantisipasi terjadinya penularan virus corona di Bontang.

Dengan tegas mereka meminta Dinkes Bontang untuk melakukan pengecekan kesehatan terhadap seluruh Tenaga Kerja Asing (TKA) di Bontang secara priodik.

Para LSM itu terdiri dari Aliansi Kalimantan Bersatu Perjuangan (ALKAB-Perjuangan), Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dan Perkumpulan Kaltim Hijau Kota Bontang.

Baca Lainnya :

Ketua umum ALKAB-Perjuangan, Heru Nata Guna menyatakan, langkah antisipasi harus benar-benar dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ia menilai yang dilakukan saat ini sebatas formalitas saja.

"Seperti yang kita ketahui di Bontang ini ada TKA, patut kita waspadai dan melakukan pencegahan serta penanggulangan," ujarnya kepada reporter newsbontang, Rabu (29/1) Sore.

Senada, Ketua Kota LIRA Bontang Eko Yulianto menyatakan kekhawatiran pihaknya terkait mobilisasi TKA China di Kota Bontang yang kerap tidak jelas. Bahkan menurutnya pada saat libur Imlek, beberapa diantaranya datang membawa keluarga.  

"Maka kami mendesak pemerintah untuk mengkarantina kalau perlu, kemudian mengetes kesehatan mereka semua. Lalu publish agar kita semua (masyarakat) merasa aman," tegasnya.

Sementara, Ketua Umum Kaltim Hijau Muhammad Victor Lumenta memaparkan langkah pengecekan harus dilakukan secara menyeluruh serta dilakukan secara periodik 2 atau 3 kali.

Lebih jauh, ia meminta Dinkes untuk menanggapi permohonan mereka. Jika tidak, mereka mengancam akan melayangkan somasi atau bahkan gugatan kepada Pemerintah.

”Surat sudah diserahkan ke Dinkes 30 Januari, jangan sampai ada korban baru bertindak. Mungkin kita akan bertindak hari selasa kalau tidak ditanggapi,” pungkasnya. (Mira/NB).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.