Truk CPO Dihadang Ormas, Dewan Minta PT EUP Segera Sikapi Tuntutan Warga

By Annas 25 Okt 2021, 15:27:10 WIB DPRD
Truk CPO Dihadang Ormas, Dewan Minta PT EUP Segera Sikapi Tuntutan Warga

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam, saat ditemui di lokasi kejadian penghentian truk, di jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari, Bontang Selatan, Senin (25/10/2021). (Doc. Ryn/NB)


NEWSBONTANG.COM - Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam, meminta kebijakan PT Energi Unggul Persada (EUP) agar memberi perhatian pada tuntunan Gerakan Pemuda Dayak (GERDAYAK) Bontang.

 

Dari pantauan media ini, Gerdayak Bontang menghentikan puluhan truk yang mengangkut bahan baku produksi ke PT EUP, sejak pukul 11.30 WITA, Minggu (24/10/2021) hingga Senin (25/10) siang ini.

Baca Lainnya :

 

Terlihat sebanyak 22 truk masih terparkir di pinggir jalan. Penghentian truck ini telah mendapat pengamanan dari Polres Bontang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang yang melakukan tinjauan lapangan.



 

Nursalam menuturkan, fenomena ini terjadi akibat keresahan masyarakat sekitar yang memuncak, lantaran kehadiran perusahaan tak memperhatikan mereka. 

 

Untuk mendapat perhatian perusahaan, maka mereka menghentikan beberapa truk yang melintas di depan pemukiman warga.

 

Tak hanya itu, dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas perusahaan, yakni jalan rusak di beberapa titik tak kunjung mendapat perbaikan total.

 

"Saya kira ini puncak dari kekesalan mereka. Ini pelajaran buat perusahaan tentang sense of crisis terhadap lingkungan sekitar. Mereka mempunyai usaha, namun tak memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan warga yang bermukim di wilayah tersebut, kata Nursalam saat ditemui di lokasi kejadian, Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari, Bontang Selatan.

 

Di lokasi yang sama, Ketua Gerdayak Bontang Riserius Berith Wang, menyampaikan tuntutannya soal kesempatan masyarakat agar dapat bekerja di PT EUP dan mendapat kesempatan usaha.

 

Ia mengaku, langkah penghentian kendaraan ini diambil, lantaran tuntutan mereka tak pernah mendapat kejelasan dari Humas PT EUP.

 

"Lebih dari sepuluh kali pertemuan dengan Humas PT EUP, tidak ada kejelasan. Hanya mendapat janji saja sejak tahun lalu. Sampai  saat ini belum juga ada solusi yang diberikan terkait tuntutan kami," pintanya

 

Tak hanya itu, alasan melakukan penghentian itu, buntut dari truk muatan yang melintas di kawasan pemukiman warga dengan kecepatan tinggi.

 

"Truck yang melintas itu sering melaju di kawasan pemukiman warga, ini kan bahaya kalau sampai merugikan pengendara lain yang melintas," terangnya.

 

Menanggapi hal itu, Asisten Manager External Relations PT EUP Jayadi, menjelaskan berkomunikasi dan memperhatikan tuntutan masyarakat. 

 

Tentunya sesuai dengan porsi dan kemampuan perusahaan, agar bantuan yang diberikan tak merugikan semua pihak.

 

"Niat kami mau membangun untuk Kota Bontang. Kami mau semuanya terlibat. Pasti kami bantu, asalkan sesuai dengan porsi dan kemampuan kami," terangnya.

 

Soal sopir yang melintas dengan kecepatan tinggi di kawasan itu. Jayadi mengaku akan memperingati secara berkala terhadap vendor perusahaan transportasi yang mengangkut bahan baku produksi, agar dapat menyeleksi supir truk dengan standar kelayakan berkendara, seperti mematuhi peraturan lalu lintas.

 

"Kami akan berikan teguran itu terus menerus kepada pihak perusahaan transportir yang melakukan kegiatan angkut muatan. Karena memang permasalahan transportasi itu pihak ketiga," bebernya.

 

Sementara itu, Kapolsek Bontang Barat Abdul Khoiri, menyampaikan telah memanggil perwakilan masyarakat yang melakukan aksi dan pihak PT EUP, untuk mediasi.

 

"Kita sudah panggil pihak masyarakat untuk melakukan mediasi menyampaikan tuntutannya ke PT EUP, di Polres Bontang," tandasnya. (Ryn/NB/Adv)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.